Selasa, September 8, 2026
  • Tentang Kami
  • Periklanan
  • Karir
Lensaparlemen.com
  • Parlemen
  • Nasional
  • Pemerintah
  • Berita Daerah
    • All
    • Lintas Jawa
    • Lintas Nusa
    • Lintas Sumatera

    Santuni 40 Yatim Piatu, Squad 05 Komitmen Perkuat Silaturahmi dan Saling Membantu.

    Rumah Semi Permanen Kembali Terbakar di Kapuk Muara

    Rumah Semi Permanen Kembali Terbakar di Kapuk Muara

    Sekjen PKS Minta Para Anggota DPRD PKS Bekerja Lebih Cekatan Menghadapi Pemilu 2024

    Sekjen PKS Minta Para Anggota DPRD PKS Bekerja Lebih Cekatan Menghadapi Pemilu 2024

  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Login
No Result
View All Result
Lensaparlemen.com
Home Nasional

Anggota FPKS Pertanyakan Kecukupan Anggaran Kementan Hadapi Musim Kemarau

Suranto by Suranto
Mei 8, 2020
in Nasional, Parlemen
Reading Time: 2 mins read
0
Anggota FPKS Pertanyakan Kecukupan Anggaran Kementan Hadapi Musim Kemarau
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Related posts

Seminar Cyber Freedom: Bangkitkan Semangat Kepahlawanan, Lawan Ancaman Siber

Seminar Cyber Freedom: Bangkitkan Semangat Kepahlawanan, Lawan Ancaman Siber

November 12, 2024
Ketua DPRD DKI Jakarta Komitmen Perjuangkan Beasiswa Pendidikan Warganya Ke Luar Negeri

Ketua DPRD DKI Jakarta Komitmen Perjuangkan Beasiswa Pendidikan Warganya Ke Luar Negeri

Oktober 13, 2024

Lensaparlemen.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Asal Wonogiri, Hamid Noor Yasin, menanggapi instruksi kepala negara untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat masuk musim kemarau, apakah anggarannya cukup ?

“Saya memperhatikan, Bapak Presiden minta musim kemaru dan peringatan FAO akan krisis pangan mesti di antisipasi. Bapak Menko Perekonomian minta ekstensifikasi pertanian. Tapi kebijakan anggarannya kok gak nyambung. Kementan Anggaran tadinya sekitar 21 T jadi sekitar 14 T. Alokasi Cetak sawah baru yang tadinya sekitar 209 M berubah menjadi 10 M, dan terakhir hilang dari mata anggaran alias Nol rupiah. Ini bertolak belakang”, ujar Hamid.

Politisi PKS ini mengatakan, niatan pemerintah untuk mempercepat musim tanam untuk antisipasi dampak kekeringan yang akan mengganggu bila musim tanam semakin diundur sudah sangat baik. Karena bagaimanapun juga perubahan iklim ini semakin tidak menentu terhadap ketersediaan air alami.

Hamid melanjutkan, Tiga perintah presiden terkait antisipasi dampak kekeringan akibat perubahan iklim yang membuat 30 persen wilayah Indonesia lebih kering dari sebelumnya, mesti di dukung dengan pengawasan berbagai pihak. Dukungan regulasi yang sejalan seperti anggaran di semua sektor pendukung termasuk berupa stimulus kepada petani yang tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

“Semua kebijakan berupa ketersediaan air yang cukup, percepatan musim tanam dan manajemen pengelolaan stok yang merupakan tiga perintah presiden semua butuh biaya dan tenaga SDM. Jikalau salah satu tidak dipenuhi, itu perintah hanya asbun (asal bunyi)”, kritis Hamid.

Hamid yang duduk di Komisi IV DPR ini menyarankan kepada pemerintah, selain koordinasi secara intensif dengan kepala daerah untuk mencegah Puso / Gagal Panen di masa yang akan datang. Ia berharap ada ruang penguatan anggaran di sektor pertanian dan pangan. Penguatan anggaran yang ia maksud adalah memang benar-benar untuk penguatan stabilisasi pangan baik pertanian, peternakan maupun perikanan. Bukan penguatan anggaran untuk mempermudah impor pangan.

Legislator Dapil Jawa Tengah IV ini sangat mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat SDM pertanian terutama pada masa pandemi covid-19 yang sebentar lagi berbarengan dengan menghadapi musim kemarau. Ini ujiannya dua kali lipat.

“Saya berharap pemerintah menjalankan kesepakatan dan berkomitment mengeksekusi 600.000 rupiah untuk 2,4 juta petani berupa BLT dan sarana prasarana pertanian. Selama anggaran ini tepat sasaran dan jumlahnya tidak di korup, saya yakin ada keseimbangan antara harapan dan kenyataan”, ujarnya.

Pada kondisi kekeringan yang dihadapi, lanjut Hamid, upaya keseriusan pemerintah untuk mengurangi impor adalah menjaga rantai pasok dan memperkuat satgas pangan. Hubungannya adalah, selama ini yang mempermainkan harga, memanipulasi stok dengan menahan atau menimbun, adalah prilaku oknum pedagang nakal dalam skala besar. Memanfaatkan kondisi sulit misal kekeringan, mengkondisikan ketersediaan pangan di pasar langka sehingga ada alasan untuk impor.

“Saya minta kepada pemerintah, agar penguatan kinerja satgas pangan di masa datang, diperkuat selain upaya antisipasi dampak kekeringan. Karena bila Impor dalam jumlah besar tetap dilakukan, itu sama saja menyakiti petani dan keluarganya”, tutup Hamid Noor Yasin.

Previous Post

AHY Perintahkan Kader Demokrat Bantu Penanganan Covid-19

Next Post

Legislator PKS Mengutuk Keras Perbudakan Nelayan oleh Kapal China

Next Post
Anggota FPKS Pertanyakan Kecukupan Anggaran Kementan Hadapi Musim Kemarau

Legislator PKS Mengutuk Keras Perbudakan Nelayan oleh Kapal China

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita Daerah
  • Ekonomi
  • Lintas Jawa
  • Lintas Nusa
  • Lintas Sumatera
  • Nasional
  • Olahraga
  • Parlemen
  • Pemerintah
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#baladumkm #disparsumbar #kabupatentanahdatar #MakinCakapDigital #LiterasiDigital #SiberKreasi #DigitalCulture #DigitalEtihcs #DigitalSkills #DigitalSafety #LiDigSumatera1 #pemkotdepok #sandiagauno #tanahdatar Ahmad Yohan BIM BSA Corona Corona di Kota Depok Depok Dinas Pariwisata Pemprov Sumatera Barat Dispar Sumbar Dkr kota depok DPR RI Ekraf dan UMKM khas Ranah Minang Hj Nur Azizah Indonesia Kadistan Toli Kemenparkraf Kementan Kementerian Pariwsata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Komisi VIII Nur Azizah Kundapil Nur Azizah Tamhid NTB NTT Nur Azizah Tahmid Nur Azizah Tamhid PB ISSI PKS Reses Nur Azizah Tamhid Sandiaga Uno Sekda kota depok Sumatera Barat Sumbar Tasrif SH MH TdS 2021 Tolitoli Tour de Singkarak Tour de Singkarak (TdS) 2021 Tourism UMKM Wali Kota Depok

POPULAR NEWS

  • Muhammadiyah Memberi Masukan Kepada Pemerintah Hadapi Covid-19

    Muhammadiyah Memberi Masukan Kepada Pemerintah Hadapi Covid-19

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syafril Pakar Pendidikan; Mendikbud Gagap Menghadapi Covid-19

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CANTIKNYA BUKIT MUHAMMADIYAH DI MANGGARAI BARAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Ribu Guru P3K Akan Kepung Kemendikbudristek, Apa Tuntutan Mereka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Triza: Akomodasi Yang Nyaman di Kota Painan Kabupaten Pesisir Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Lensaparlemen.com

Ikuti Lensa Parlemen

Berita Terbaru

  • Ekonomi Sosial Berbasis Wakaf Produktif sebagai Instrumen Pembangunan berkelanjutan
  • (tanpa judul)
  • Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Capai Rp 2,1 Jutaan per Gram
  • Tentang Kami
  • Periklanan
  • Karir

© 2020 Tim LensaParlemen.com

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Pemerintah
  • Berita Daerah
    • Lintas Nusa
    • Lintas Jawa
    • Lintas Sumatera
  • Olahraga
  • Ekonomi

© 2020 Tim LensaParlemen.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In