Kampung Cereng merupakan salah satu anak kampung di Desa Golo Sengang Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Mabar NTT). Kampung ini sebagai pusat Pemerintahan Desa dan secara Geografis berada di tengah. Sebelah Timurnya ada kampung Leheng dan sebelah Barat Kampung Ceremba.
Cereng di Dominasi oleh masyarakat yang Pekerjaannya sebagai petani. Selain Petani ada juga yang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tenaga Honorer Guru Komite dan Wiraswasta tapi Porsentasenya tidak sampai 1%. Itu sebabnya masyarakat setempat tidak bisa jauh dari persawahan, Ladang dan Kebun.
Kampung Cereng memiliki penghasilan komoditi terbesar dari alam sekitar yang sering dikenal dengan sebutan kemiri atau “Welu” namanya dalam bahasa Manggarai. Produksi kemiri di kampung Cereng ini sudah menjadi mata pencarian pokok masyarakat, sejak di resmikan menjadi sebuah kampung. Hampir setiap kepala rumah tangga di Kampung Cereng mempunyai penghasilan dari kebun kemiri.
Namun mereka hari ini berkeluh kesah dengan kondisi yang cukup prihatin, karena harga pasar komoditi tidak stabil. Masyarakat dalam hal ini, secara psikis bisa saja melahirkan sikap pesimisme terhadap harga pasar komoditi kemiri. Karena berdampak pada tidak terpenuhinya semua kebutuhan hidup mereka.
Faktor ini perlu kita revolusikan agar mentalitas masyarakat Kampung Cereng tidak terpengaruh oleh ketidak stabilan harga pasar komoditi. Dalam masa penceklik hari ini semua masyarakat mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi ditengah kehidupan masyarakat. Sebut saja Daya beli menurun karena pendapatan berkurang sebab harga kemiri anjlok.
Melalui tulisan ini saya mengajak kepada seluruh elemen masyarkat Kampung Cereng agar bersama-sama mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) maupun Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera mengeluarkan kebijakan untuk meneyelamatkan masyarakat Tani. Terutama kebijakan soal Harga kemiri yang anjlok tersebut agar bisa kembali stabil. Dan tidak terjadi keresahan dikalangan masyarakat yang berkepanjangan.
Masyarakat mengharapkan Pemdes dan Pemda agar segera mengambil langkah secara cepat dan tepat agar dapat mengantisipasi inflansi pasar komoditi yang tidak stabil.
Dan saya sebagai Pemuda Kampung Cereng Desa Golo sengang meminta kepada Pemdes maupun Pemda untuk tidak berlarut-larut melihat kondisi masyarakat saat ini. Jika terlalu lama maka kelaparan berkepanjangan akan terjadi dan tersendatnya suply kebutuhan hidup anak sekolah diluar daerah dan pembiayaan sekolah bakal tertunda.
Ahmad Suban; Putra Cereng, Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta






