Lensaparlemen.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Slamet, meminta penanganan Covid-19 dilakukan oleh berbagai lini sektor, termasuk dalam hal refocusing anggaran di setiap kementerian.
“Inpres 4 Tahun 2020 menginstruksikan untuk ada realokasi anggaran kementerian untuk penanganan Covid-19 ini. Refocusing anggaran yang dilakukan KLHK senilai Rp 545 Milyar dirasa belum maksimal. Yang kita perlukan adalah langkah strategis dan taktis pada setiap kementerian untuk memfokuskan segala sumberdaya yang dimilikinya bagi penanganan Covid-19,”ucap Slamet, Selasa, (14/04/2020).
Slamet mengatakan, Seharusnya cukup banyak anggaran di KLHK yang dapat dialokasikan untuk kepentingan petani hutan dan membantu program ketahanan pangan. Hal ini,kata dia, mengingat masa efektif kerja-kerja di kementerian yang tidak efektif selama periode Maret hingga Juli 2020 (Prakiran puncak Covid-19 oleh BIN) sekitar 5 bulan atau hampir 2 kuartal.
Slamet mengatakan, salah satu alasan mengapa KLHK dapat melakukan refocusing anggaran pada program tersebut adalah, karena dalam waktu dekat ini Indonesia akan memasuki musim kemarau, di mana sedikit hujan mulai bulan April 2020 dan hingga akhir Agustus 2020 tanpa hujan (berdasarkan informasi BMKG).
“Bila itu itu terjadi, program penananam ataupun rehabilitasi atau reboisasi lahan, menjadi tidak relevan pada waktu tersebut. Sehingga, alokasi anggaran yang telah ditetapkan untuk program tersebut dapat dialihkan untuk masyarakat di sekitar hutan yang notabene masyarakat miskin dan dilakukan reschedule pada musim penghujan untuk program tersebut,” tutupnya.







